
Medical Center ITS Surabaya
Medical Center ITS Surabaya adalah klinik yang berlokasi di kawasan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Klinik ini melayani berbagai kebutuhan medis, mulai dari poli umum hingga layanan kecantikan seperti facial, laser, filler, dan botox. Meski namanya "medical center", fasilitas kesehatannya terbuka untuk umum, bukan hanya mahasiswa atau staf kampus. Rating 4,2 dari 644 ulasan menunjukkan bahwa klinik ini cukup dipercaya oleh banyak pasien, meski ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan.
Tentang bisnis ini
Medical Center ITS Surabaya adalah klinik yang berlokasi di kawasan kampus Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Klinik ini melayani berbagai kebutuhan medis, mulai dari poli umum hingga layanan kecantikan seperti facial, laser, filler, dan botox. Meski namanya "medical center", fasilitas kesehatannya terbuka untuk umum, bukan hanya mahasiswa atau staf kampus. Rating 4,2 dari 644 ulasan menunjukkan bahwa klinik ini cukup dipercaya oleh banyak pasien, meski ada beberapa catatan yang perlu diperhatikan.
Alamatnya di Jalan Arief Rahman Hakim No.213, Kelurahan Keputih, Kecamatan Sukolilo, Surabaya. Meski kategori direktori mencatat kecamatan Gubeng, lokasi aslinya berada di area Sukolilo, tepat di sekitar kampus ITS. Jam operasionalnya cukup panjang: Senin sampai Sabtu buka pukul 07.30 hingga 20.00. Hari Minggu tutup. Bagi yang datang dari luar kampus, akses ke sini bisa menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum yang melewati Jalan Arief Rahman Hakim. Antrian biasanya diambil langsung di tempat, jadi datang lebih awal bisa menghemat waktu tunggu.
Layanan yang tersedia mencakup perawatan kulit seperti facial dan laser, serta tindakan estetika seperti filler dan botox. Selain itu, ada poli umum dan poli gigi yang melayani pasien dengan keluhan kesehatan sehari-hari. Dari ulasan, beberapa pasien menyebut proses pengurusan rujukan BPJS dan surat sakit. Sayangnya, untuk keluhan gigi tertentu seperti gigi bungsu, pasien kadang diarahkan ke rumah sakit untuk tindakan bedah. Fasilitas lain tidak banyak disebut dalam data, jadi sebaiknya konfirmasi langsung jika ada kebutuhan khusus.
Berdasarkan ulasan, pengunjung menilai pelayanan 4.2, harga 4.0, lokasi 4.2 dari skala 5, dan fasilitas yang tersedia meliputi facial, laser, filler, botox.
Layanan & harga

Berbagai layanan tersedia, harga sesuai paket
Ulasan pelanggan
644 ulasan total· menampilkan 100 ulasan terbaru
Untuk poli umum baik, namun kalau poli gigi sayangnya jika ada keluhan gigi seperti meminta rujukan ke RS untuk bedah gigi akibat gigi bungsu yang miring tidak dapat dilakukan disini dengan alasan aturan BPJS padahal sudah kelihatan gusi bengkak dan terasa sakit. Akhirnya saya pindah faskes utama ke tempat lain dan rupanya bisa tanpa ada sebut aturan ini itu dan cukup dilihat saja giginya. Semoga bisa berbenah karena tidak ada aturan seperti ini ketika saya tanya di klinik lain
sebagai anak kos yg kemana" sendiri berobat pun sendiri, kemarin nyoba kesini siang menjelang sore tapi kebetulan dokternya masih rapat alhasil nunggu sekitar 1jam an tetapi masih aman si, so far pelayanan ramah kakak yg di loket jg mengarahkan dg baik, dokternya juga ramah dan asik bgt cocok buat genZ, thank u☺️
5 bulan laluTerimakasih untuk review dan bintangnya, semoga sehat dan sukses selalu
saya yuianto hari jum,at siang saya ke medical centre ITS untuk mengurus rujukan bpjs dan saya bawa resume dari dr bedah saat di trima dr bayu resumenya tidak dibaca lsng di putusi tidak bisa dengan nada bicara sok belagu saya suruh baca dulu diagnosanya baru di cek tapi tetep dengan gestur yg meremehkan dan akhirn saya kecewa dan akan menarik dari faskes tersebut
please buat mba mba blazer biru di bagian cek tensi lebih ramah lagi ya mba. Harus fokus!!! masa saya ngasih kertas buat bikin surat sakit ga langsung dibuatin malah ngeyel ngeclaim kertas orang lain punya saya karena kertas saya dijatuhin. Padahal ada beberapa menit NGANGGUR ga dibuatin langsung malah suruh ambil obat dulu PADAHAL UDAH AMBIL OBAT YA!! Waktu dari keluar ruangan sampai obat jadi itu lumayan loh mba!! Mbanya kurang fokus udah gitu ngeyelan ah! sampe kesel bilang kalo kertas itu bukan kertas saya mba!!
sebulan laluMohon maaf atas ketidaknyamanannya @Fira Anggielia P. kami akan langsung menegur yang bersangkutan agar tidak terulang kembali. Salam sehat dan sukses sekeluarga
Kesini pas lagi sakit. Pertama-tama pas datang kita lsg ambil nomor antrian dan poli sesuai kebutuhan. Setelahnya kita nunggu antrian. Ada banyak pilihan kursi duduk. Kemarin saya nungguinnya gak terlalu lama, dan kondisinya agak ramai memang. Ada beberapa poli, poli umum, poli gigi, poli ibu dan anak, dll. Setelah dipanggil, nanti masuk ke ruang dokternya yang sesuai dengan antrian. Dokternya sendiri ramah banget. Setelah itu dapat rujukan obat yang bisa diambil di bagian farmasi/apotek. Setelah itu baru deh bayar di bagian resepsionis. Seingatku bisa pake BPJS, kata dokternya. Oiya disini jg ada musholaa.
10 bulan laluTerimakasih atas penilaian positif anda, salam sehat
Pelayanan sudah lebih teratur. Selama kehamilan rutin periksa di bidan poli KIA..Imunisasi juga tersedia. Sangat membantu. Terima kasih.
5 bulan laluTerimakasih atas review dan bintangnya , salam sehat dan sukses
Terimakasih dokter Feryna, sudah sangat telaten dan ramah dalam menangani kasus gigi saya. Pelayanannya sangat membantu dan solutif, Medcen terbaik dari jaman kuliah dulu sampe jadi alumni 🙂 …
sebulan laluTerimakasih @Ria Dwi Afriana atas bintang dan reviewnya, Salam sehat dan sukses sekeluarga
TL;DR Tidak direkomendasikan. Sempet gimmick diskon mahasiswa, dan sempat ga dapet nota pembayaran. Biaya dokter normal tapi tetep jualan obat meskipun ke mahasiswa ITS. Silakan paksa minta 'obatnya yg generik' biar dapet budget mahasiswa dan menghindari nambah bayar obat meskipun udah BPJS. 25/02/26 Terima kasih kemarin sudah diberi tanggapan resmi. Secara keseluruhan poin, saya semakin yakin, ini tidak ada intensi fokus pelayanan pada mahasiswa. Tp seenggaknya naik satu rating karena biaya dokternya normal, ga serusak asumsi sebelum ada rincian biaya. Pembahasan per poin sebagai berikut: 1. Dikenakan biaya mahasiswa -> trap. Benar ada harga khusus tapi sempat disebut diskon 60% untuk mahasiswa, ini kemungkinan besar hanya biaya dokter. 2. Mempertimbangkan kondisi pasien -> tapi tidak mempertimbangkan permintaan. Permintaan tanpa obat itu umumnya keinginan mengurangi obat (takut resiko) atau sekadar ga suka, tapi ga diusahakan ngilangin obat yg cuma sekadar pereda nyeri. 2. Harganya (obat) relatif sedikit lebih mahal dari generik -> salah besar. Harga Ponsamic itu 4x dari generik, jelas bukan harga relatif sedikit lebih mahal. Harga Ponsamic ~Rp21.900 via Halodoc atau Rp21.000 di ITS, sedangkan generik Rp4.700 via Halodoc. Bisa cek juga di apotek terdekat, bandingkan generik Asam Mefenamat 500g vs Ponsamic (isinya juga sama Asam Mefenamat 500g). Catatan juga meskipun BPJS apalagi kelas rendah, kemungkinan besar obat Ponsamic ini ga dicover mereka, bisa ditolak untuk dibeli. 3. Dihimbau untuk mempunyai BPJS ataupun asuransi -> satu2nya yang benar. Namun disini jadi positioning Medical Center ITS yg jelas tidak fokus kepada layanan mahasiswa. 4. Mendapatkan nota pembayaran -> tidak ada. Sayang sekali tidak ada nota pembayaran yg berisi rincian biaya seperti yg dijelaskan, antara memang tidak diterima, atau dibawa oleh pihak apoteker. Tapi bersyukur ada biaya pendaftaran 15K, jadi seenggaknya biaya dokter untuk mahasiswa 20K, mungkin umum 60K kalo bener diskon 60% nya, masih normal lah ya. 18/02/26 Tidak direkomendasikan untuk mahasiswa, meskipun mahasiswa ITS. Muka nya budget mahasiswa, tapi tetep jualan obat. Ingat, medical center yg dulu bukan lagi yg sekarang. Kalo terpaksa banget, ada tips di paling bawah. Tidak rekomendasi bukan cuma karena sekarang bayar, tapi DIPAKSA beli obat dan masih DIGETOK bayar obat2 bermerek. Adik saya yg baru jatuh dari awal udah tanya biaya, dibilang diskon 60% untuk mahasiswa biar ngerasa aman. Pas ke dokter sudah bilang gausah obat biar murah, tapi masih direkomendasiin jangan ditolak. Ujung2nya? Obatnya anti nyeri bermerek Ponsamic (1 strip) yg harganya bisa 4x generik. Ada juga antibiotik dan salep yg lagi2 bermerek Dexymox Forte (1.5 strip) dan Genalten (1 buah), tp masih okelah yg ini. Total bayar 80K. Kalo udah diskon 60%, berarti normalnya 200K dong? Mungkin bukan gitu juga. Kalo HET obat katakanlah 40K, dokternya sendiri 40K. Jadi normalnya 140K (100K dokter + 40K obat). Anyway, dia ga dikasih nota pembayaran, so who knows? Kalo masih alasan "kan bisa ga dibayar", bisa ini-itu, ini playing victim. Kondisi orang sakit, apalagi masih trauma setelah jatuh, itu mudah dimanipulasi. Sebagai perbandingan, dulu pernah jatuh juga dan 100% free. Dikasih antibiotik dan pereda nyeri juga, mungkin generik sih. Keren banget kalo dulu IKOMA bisa ngasih at least 140K buat satu case. Dan kalo memang perlu banget, ini tips untuk siapapun: Kuatin mental dulu. Pastikan biaya di awal (ini cuma bisa biaya dokter). Ke dokternya selalu minta yg generik, dan opsional minta resep aja beli di apotek luar, siap2 maksa balik kalo ditolak. Kalo udah dapet resep, bilang lagi ke apotek minta yg generik dan pastikan biaya lagi. Terakhir, ini harusnya dibiasain untuk siapapun dan ditempat resmi apapun, minta nota pembayaran (harus ada list apa yg dibeli). Semoga adik2 ku di ITS sehat selalu dan tetap berpikir kritis di kondisi apapun.
4 bulan laluTerimakasih @Satria Manggala Jati “GaLa” atas kritik dan sarannya kepada kami. kami akan mencoba menjelaskan sbb: 1. Pada saat pasien datang langsung kami arahkan ke ruang tindakan untuk ditangani kemudian petugas pendaftaran meminjam KTP untuk didaftarkan, setelah didaftarkan petugas menjelaskan kepada pasien bahwa BPJS pasien tidak aktif dikarenakan premi, apabila aktif akan kami terima walaupun bukan dari faskes kami dengan ketentuan Perpres 82 Th 2018. Pasien kami informasikan bahwa akan dikenakan biaya mahasiswa nantinya. 2. Pasien sempat menyampaikan tidak meminta obat tetapi dokter mempertimbangkan kondisi pasien sehingga memberikan resep. untuk resep memang harganya relatif sedikit mahal daripada generik. 3. Pada waktu masuk menjadi mahasiswa baru di ITS dihimbau untuk mempunyai BPJS ataupun asuransi kesehatan lainnya yang nantinya bisa berguna untuk mendapatkan layanan kesehatan sehingga sudah tidak mendapat subsidi ataupun bantuan dari IKOMA 4. Pasien melakukan pembayaran dan mendapatkan nota pembayaran serta struk bukti pembayaran melalu qris dengan total Rp.80.500,-. Biayanya meliputi: >Loket pendaftaran = Rp.15.000 >Rawat Luka = Rp. 20.000 > Obat2an -Dexymox 15 = Rp. 17.500 -Ponsamic 10 = Rp. 21.000 -Genalten = Rp. 7.000
Saya sangat kecewa dengan pengalaman konsultasi dan berobat saya hari ini. Selama puluhan tahun berobat ke berbagai dokter, baru kali ini saya mengalami pengalaman yang membuat saya merasa tidak nyaman dan mempertanyakan profesionalisme pelayanan yang diberikan. harusnya seorang dokter bisa memberikan penjelasan dengan cara yang lebih empatik, pasien datang untuk mencari pertolongan dan ketenangan, bukan untuk merasa semakin tertekan.
sebulan laluMohon maaf sebelumnya atas ketidaknyamanan yang dialami, kami berusaha memperbaiki beberapa kekurangan tentang pelayanan dokter kepada pasien. Salam sehat dan sukses selalu. Terimakasih
Iseng mau nostalgia kampus dan lewat medcen sekarang sudah bagus dan rapi banget. Banyak layanan2 baru seperti akupuntur, fisioterapi, baby spa. Saya yang kebetulan lewat langsung mencoba akupuntur, harganya sangat terjangkau hanya 99k. Saya memang ada keluhan nyeri di area panggul, terapi akupuntur dilakukan oleh sinshe Devin (kl gasalah), selesai terapi alhamdulillah nyeri langsung hilang sampe skrg. Sangat recommended bgt, kliniknya bersih, pelayanan ramah, bisa bayar pake QRIS juga.
2 bulan laluTerimakasih , semoga segera pulih kembali. Salam sehat dan sukses
Lebih banyak klinik kecantikan di Surabaya
Jelajahi bisnis klinik kecantikan lain di sekitar Surabaya.
Info & jam buka
Lihat jam buka di sidebar kanan + alamat lengkap di section kontak.
