
Dago Bakery
Dago Bakery adalah restoran di kawasan Dago, Bandung, yang mengolah roti dan aneka hidangan untuk sarapan, makan siang, sampai makan malam. Rotinya dipanggang segar, dan pengunjung kerap menyoroti roti yang keluar langsung dari oven. Menu yang tersaji mencakup pilihan halal, vegan, sampai makanan sehat, plus dessert untuk teman ngopi sore.
Tentang bisnis ini
Dago Bakery adalah restoran di kawasan Dago, Bandung, yang mengolah roti dan aneka hidangan untuk sarapan, makan siang, sampai makan malam. Rotinya dipanggang segar, dan pengunjung kerap menyoroti roti yang keluar langsung dari oven. Menu yang tersaji mencakup pilihan halal, vegan, sampai makanan sehat, plus dessert untuk teman ngopi sore.
Lokasinya berada di Jalan Ir. H. Juanda No.497A, Dago, Kecamatan Coblong, tepatnya di kawasan Ciburial, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40198. Dari pusat Kota Bandung, Jalan Ir. H. Juanda (Dago) cukup mudah dijangkau lewat jalur utama ke arah utara kota. Tempat ini buka setiap hari, dari Minggu sampai Sabtu, pukul 07.00 sampai 21.00, jadi bisa dikunjungi untuk sarapan pagi maupun makan malam.
Layanan yang tersedia meliputi dine-in, take away, delivery, dan reservasi, sehingga fleksibel sesuai kebutuhan. Fasilitas di tempat mencakup area indoor ber-AC, Wi-Fi gratis, serta dukungan untuk acara grup. Ada juga opsi makan di tempat, bawa pulang, dan pesan antar, ditambah kategori makanan halal, vegan, sehat, dan dessert. Makan malam juga bisa dilakukan di sini, mengingat jam operasional tutup pukul 21.00.
Berdasarkan ulasan, pengunjung menilai pelayanan 4.5, harga 4.3, lokasi 4.5 dari skala 5, dan fasilitas yang tersedia meliputi dine-in, take away, delivery, reservasi.
Fasilitas & layanan tersedia
Atribut yang tersedia di bisnis ini berdasarkan info pemilik & ulasan pelanggan.
- Makan di tempat
- Bawa pulang
- Pesan antar
- Drive-through
- Catering
- Halal
- Vegetarian
- Vegan
- Menu anak
- Makanan sehat
- Dessert
- Late-night food
- Comfort food
- Sarapan
- Makan siang
- Makan malam
- Brunch
- Solo dining
- Acara grup
- Acara keluarga
- Bisnis / meeting
- Wi-Fi gratis
- AC
- Toilet
- Outdoor seating
- Indoor seating
- Live music
- TV / Sports
- Smoking area
- Kursi anak (high chair)
- Private room
- Bar onsite
Menu pilihan

Min 10 box, bisa diantar

Nasi + lauk + sayur + minum

Cocok untuk makan bersama

Kapasitas 8–20 orang
Ulasan pelanggan
879 ulasan total· menampilkan 71 ulasan terbaru
Rasa makanan nya ok sayang porsi semakin kecil Yg ng suka mkn disini parkir susah, tkg parkir tdk ada ketika kita masuk tapi keluar kl kita pulang, diksh uang tdk ada terima kasih sama sekali , ng sopan!!!
Rasa makanannya tdk stabil kadang enak kadang tdk, harga food nya termasuk ok reasonable 🅱️ Tolong tkg parkirnya kl kita mau parkir kan susah dia malah diem ng keluar, pas mau plg baru keluar utk ambil uang parkir‼️
Bandung is a city known for its cool mountain air and a culinary scene that beautifully bridges the gap between historical heritage and modern innovation. Few places capture this essence as perfectly as Dago Bakery. More than just a place for bread, this establishment offers a deep dive into "nostalgic fusion," serving everything from Dutch-colonial snacks to traditional Sundanese staples. I spent a full day at Dago Bakery—from the first light of breakfast to a cozy dinner—to truly understand the depth of their menu. We began our morning with a classic yet vibrant Green Fried Rice, accompanied by an Americano and a Cappuccino. The breakfast portions here are impressively generous, which is exactly what you need before exploring the hilly Dago area. The fried rice was well-seasoned and savory, while the coffee was expertly brewed, providing a sophisticated kickstart to the day. Lunch was undoubtedly the highlight of our visit, focusing on dishes that feel like a trip back to the colonial era. We started with the Bitterballen. These savory, deep-fried Dutch meatballs were delicious and authentic, evoking a sense of history with every bite. For the main course, we tried the Nasi Kumpeni (Colonial Rice). This dish is a fascinating piece of culinary history—it’s essentially a butter rice base topped with chicken, ham, and a thick layer of melted mozzarella. It felt like a precursor to a modern risotto or a Western-Oriental fusion that might have been popular in high-society colonial circles. It is unique, comforting, and a "must-try" for anyone curious about Bandung’s fusion roots. If you only eat one thing at Dago Bakery, let it be the Colenak. This traditional dessert—made of pan-baked fermented cassava (peuyeum) topped with a luscious mixture of shredded coconut and palm sugar—was the undisputed star of the lunch. It was a heavenly balance of tangy, sweet, and smoky flavors that showcased the best of Sundanese ingredients. As the air cooled down in the evening, we shifted toward more traditional Indonesian flavors. We opted for the Rawon and their Signature Laksa. The Rawon: A dark, rich beef soup that was deeply satisfying. The Laksa: This version is distinct from the heavy, spicy Singaporean style. Dago Bakery’s broth is lighter and leans toward the sweeter side, which makes it very easy to eat and perfectly suited to the local Bandung palate. Dago Bakery is more than a restaurant; it is a culinary museum. Whether you are there for the nostalgic Dutch-influenced bites like Bitterballen and Nasi Kumpeni, or the elevated local flavors of Colenak and Laksa, the experience is consistently great. The transition from a hearty breakfast to a historically-themed lunch and a comforting Indonesian dinner makes it a versatile destination. If you are in Bandung and want to "dig deep" into the city's unique culinary fusion, Dago Bakery should be at the top of your list.
Variasi dan rasa makanan serta minumannya enak. Tempat nyaman dan terkesan mewah. Lokasi strategis. Harga sangat masuk akal. Harusnya viral sih tempat ini, karena kita bisa makan mewah tapi harga masih terjangkau.
Memesan roti ini via Shopee untuk dikirim ke hotel karena buat oleh-oleh ke Jakarta 30 pcs. Admin sangat responsif dan on time. Saya minta pesanan diantar jam 9 pagi ke hotel karena saya mau balik ke Jakarta. Rupanya jam 8 sudah panggil kurir. Saya mencoba : 1. Kasbrood Keju Harganya termasuk affordable karena rotinya panjang. Permukaannya renyah dan di dalamnya terasa mentega. Isiannya keju parut yang cukup banyak dan krim lembut. Isian krimnya pas, tidak terlalu banyak. Cukup untuk membuat rotinya jadi tidak terasa kering. Dari segi harga juga termasuk murah. Saya juga membeli roti sejenis pas mampir ke Pr*ma R*s*, ukuran lebih kecil dan tekstur rotinya tidak se-oke ini. 2. Roti Sisir Mini Coklat Kacang Roti ini bertekstur empuk dan adonan rotinya bukan jenis yang menempel kalau digigit. Isiannya krim lembut dengan taburan coklat kacang. . . Overall, saya suka sekali dengan bakery ini dan bakalan repurchase lagi. Dari segi harga juga termasuk affordable karena harga per roti under 10 ribu (harga di Shopee saya segitu, entah harga aslinya).
Roti tawar gandumnya enak, ga meragi, ada pilihan kandungan gandum (30% atau 50%), Roti isi double cheese juga juara, rasa kejunya asli, melimpah ruah. Untuk resto pilihan makannya juga variatif, Indonesia, western, cemilan.. Mudah2an nanti bisa seriusin di kopi nya..
Lebih banyak restoran di Bandung
Jelajahi bisnis restoran lain di sekitar Bandung.
Info & jam buka
Lihat jam buka di sidebar kanan + alamat lengkap di section kontak.
