Keuken Van Elsje
Keuken Van Elsje adalah restoran belanda populer di Cihampelas, Bandung. Rating 4.6 dari 2.485 ulasan menunjukkan tempat ini cukup digemari pelanggan.
Tentang bisnis ini
Keuken Van Elsje adalah restoran belanda populer di Cihampelas, Bandung. Rating 4.6 dari 2.485 ulasan menunjukkan tempat ini cukup digemari pelanggan.
Hubungi langsung via WhatsApp atau telepon untuk reservasi, info menu, atau pertanyaan lainnya.
Berdasarkan ulasan, pengunjung menilai pelayanan 4.6, harga 4.4, lokasi 4.6 dari skala 5, dan fasilitas yang tersedia meliputi dine-in, take away, delivery, reservasi.
Fasilitas & layanan tersedia
Atribut yang tersedia di bisnis ini berdasarkan info pemilik & ulasan pelanggan.
- Makan di tempat
- Bawa pulang
- Pesan antar
- Drive-through
- Catering
- Halal
- Vegetarian
- Vegan
- Menu anak
- Makanan sehat
- Dessert
- Late-night food
- Comfort food
- Sarapan
- Makan siang
- Makan malam
- Brunch
- Solo dining
- Acara grup
- Acara keluarga
- Bisnis / meeting
- Wi-Fi gratis
- AC
- Toilet
- Outdoor seating
- Indoor seating
- Live music
- TV / Sports
- Smoking area
- Kursi anak (high chair)
- Private room
- Bar onsite
Menu pilihan
Nasi + lauk + sayur + minum
Min 10 box, bisa diantar
Cocok untuk makan bersama
Kapasitas 8–20 orang
Ulasan pelanggan
2.485 ulasan total· menampilkan 100 ulasan terbaru
Datang tanggal 25 Januari 2026. Resto buka jam 11.00, tapi kami sampai sekitar jam 10.40 jadi dapat antrian pertama. Sebelumnya saya sudah baca beberapa review, jadi langsung pesan risole, aligot, dan sirloin steak. SEMUAnya ENAK, tidak ada yang failed. Aligot, perpaduannya pas dan nggak bikin eneg sama sekali. Risolnya crispy di luar tapi lembut di dalam, rasanya sudah pasti enak, dan side salad-nya terasa fresh, bikin semuanya jadi balance. Steak dengan saus mushroom, mashed potato, dan side salad-nya juga saya suka. Tempatnya homey dan bersih, beneran berasa datang ke rumah Oma Opa. Jam makan dibatasi 1 jam setelah makanan keluar, tapi aman banget koq. Karena semuanya enak, belum sampai 1 jam pun sudah habis hehe 😄 Stafnya juga ramah dan sangat helpful. Setelah diarahkan duduk (belum order), kami sempat minta AC dikecilkan suhunya, namun karena masih terasa dingin, kami minta pindah meja karena belum banyak tamu lain juga, dan semua dilayani dengan baik oleh beberapa stafnya. Lalu sewaktu makan, teman saya tanpa sadar mengambil pisau steak lebih dulu (padahal dia ngga pesen steak), dan saya pakai pisau yang lain (kami ngga sadar kalau itu pisau yg berbeda), saya sempat bingung kenapa steaknya susah sekali dipotong. Tiba-tiba salah satu staf langsung datang tanpa diminta dan memberikan pisau steak yang benar. Setelah itu steak bisa dipotong dengan sangat mudah. Sangat helpful dan terasa hangat di hati, thank you so much ❤️ Next time pasti datang lagi karena masih penasaran sama pasta-nya. Saya memang pecinta keju & sesuatu yg creamy. Sukses selalu untuk Keuken Van Elsje, semakin diberkati dan terus menjadi berkat untuk semua tamu yang datang & sekitarnya. God bless 🌟
Kalau datang kesini weekend atau libur panjang harus rela mengantri sekitar 1 jam karena mereka tidak menerima reservasi 🥲 But it's okay bcs it's totally worth it for me, semua masakannya enaaak. Vibes tempatnya memang Belanda sekali. Favoritku adalah Bitterballen klasik, Beef Stew, dan Bistik Lidah👍 Untuk stroop waffle porsi kekecilan & tidak se-autentik buatan Belanda, tidak terlalu kurekomendasikan. Es cokelatnya bisa pilih yang varian Oma karena ada cinnamonnya 😍, saran request extra ice supaya tidak eneg.
📍 Lokasi strategis, vibes nya hommy banget, nyaman, cozy 🍽️🥩 Makanannya enak smua dari mulai steak, beef stew, galatine, bistik lidah n aligot truffle..yummy semua 🏷️ Harga worth it dengan dutch traditional menu ini
Keuken Van Elsje Berkunjung kesini sekitar bulan Maret 2024, sudah cukup lama. Namun kenangan makan disini tidak terlupa karena ada menu yang sangat spesial disajikan Berkonsep Casual Dining dengan logo "Dutch Food Pioneer in Bandung sejak 1920 menggunakan resep asli oma nya" dengan bangunan yang asli dan sudah menjadi cagar budaya Dinas Kebudayaan Bandung. Review saya Akses Jalan Buton tidak lebar sehingga apabila ada pertemuan dua jalur akan melatih kesabaran, namun tukang parkir disekitar Keuken Van Elsje cukup membantu untuk mencarikan parkir (Tks pak parkir) Bangunan Sangat memaklumi perawatan bangunan kolonial tidak lah mudah, anggaplah sedang bertamu ke rumah oma yang memang memiliki interior khas di era tersebut (mebeul jati, taplak putih anyaman, kursi kayu dengan rotan, sofa dan boneka besar teddy bear) Makanan Menu yang kami pesan memang kami pilihkan yang paling legendaris dan berhubung kami hanya berdua shgg hanya ini yg kami pesan : - Aligot -- Rp 60k - Beef Stew - Rissole - Rp 43 k - Bitterballen - Rp 43 k - Melk Koffie - Rp 40 k sebagai appetizer setiap pengunjung diberikan gratis butter bread yang fresh Price Worth the price, sangat pantas untuk masterpiece di Bandung
Kesini pas long weekend, dan antriannya luar biasaa banyak 😅 untungnya udh ada tmn kita yang sampai dan makan duluan jadi bisa langsung masuk. Lokasinya bener" nyempil di antara rumah" orang, masih rumah model jaman Belanda. Karena rumahnya mungil yaa parkir mobil cuma bisa nampung skitar 5 mobil, sisanya harus parkir di ujung jalan. FYI juga untuk jalan depan restonya juga mungil, klu ada 2 mobil lewat pas banget. Secara rasa untuk mashed potato cheese yg viral cukup enak sihh, kejunya berasa banget. Tapi kalau gampang eneg, aku saranin makan berdua jangan sendiri. Aku juga ada pesen stroopwafel. Tapi ini mohon maaf, banyakan condiment nya dibanding stroopwafel nya 🙏 jadi kurang spotlight buat menu yg sebenernya 😅 saran kalau bisa apple cinnamonnya porsi dikurangin dan roti tawarnya dihilangin aja, trus stroopwaflenya di besarin. Kalau untuk vibes tempatnya, gatau kenapa pas dateng msh vibes natal, padahal dateng nya udah pertengahan Januari 😅 Notes tambahan juga, mungkin krn waktu itu waiting list banyak jadi cuma dikasih waktu 1 jam makannya. Gatau itu berlaku atau tidak kalau gaada waiting list.
Pertama kali kesini di hari biasa (bukan weekend) ternyata cukup rame, tapi masih ada meja kosong. Tapi gak serame weekend. Makanannya enak! Wajib coba bitterballen-nya ya. 👌🏻✨ Cuma kalo “dine-in” maksimal dikasih waktu 1 jam saja ya, ga bisa berlama-lama karena harus giliran. Suasana Belandanya kental banget, dari bangunan dan menu.
Ke sini late lunch, jadi masih banyak seat available. Diinfo bhw last order 14.30.. dan memang stlhny mrk tutup utk bebersih, dan buka lagi utk dinner. Order alligot, biter ballen, risoles, bistik, chicken steak.. Semuanya endes.. bistiknya terlalu medok (kuat) rempahnya.. but overall ok banget.
Kesini karena Christmas, nyobain bistik oma tapi rasanya kek chinese food keknya bistik belanda ga kek gini, asa gak nyambung makan nasi ama chips kek gitu. Juga cobain runovlesstoofpot ini rada unik rasanya dagingnya empuk tapi untuk harga 120k rasa dan presentasi B aja menurutku. Bitterballen nya enak wangi. Seperti cuma membeli suasana aja kesni.
5 bulan laluTerima kasih telah meluangkan waktu untuk berkunjung dan berbagi pengalaman anda bersama kami, terlebih di momen Natal. Kami sangat menghargai setiap masukan yang diberikan, karena itu membantu kami terus bertumbuh dan menjaga nilai yang hidup di balik setiap hidangan, bukan sekadar soal rasa. Kami mohon maaf apabila rasa Bistik Oma Elsje tidak cocok dengan selera anda. Secara konsep, menu di Keuken van Elsje terdiri dari sekitar 80% masakan Belanda dan 20% masakan Indonesia. Hidangan Belanda autentik dengan cita rasa khas keluarga kami antara lain Hachee met Hutspot, Rundvleestoofpot, dan Stamppot, serta masih banyak menu lainnya. Baik hidangan Belanda maupun Indonesia ini pernah disajikan di restoran pertama keluarga kami pada tahun 1920 dan juga dimasak oleh Oma Elsje untuk orang-orang terkasih di rumah. Sementara itu, Bistik Oma bukanlah bistik khas Belanda, melainkan hidangan khas keluarga kami yang merupakan perpaduan masakan Belanda dan Indonesia, sebuah adaptasi rasa yang memang umum terjadi pada era kolonial. Puji Tuhan, pernah ada tamu yang terharu hingga menitikkan air mata karena hidangan ini mengingatkannya pada masakan ibunya yang telah tiada. Mungkin bagi anda hidangan ini terasa sederhana, dan kami menghargai setiap perbedaan selera. Namun bagi kami, masakan yang diwariskan dari generasi ke generasi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang kenangan, sesuatu yang nilainya melampaui apa yang tersaji di piring. Mengenai penyajiannya, kami memang sengaja menjauh dari kesan fine dining yang kaku dan terukur. Kami ingin setiap piring yang tersaji membawa kembali memori akan ketulusan tangan seorang oma saat menyiapkan makanan untuk orang terkasih di rumah. Terima kasih telah berkunjung dan berbagi momen bersama kami. Semoga hidangan dan kenangan dari Keuken van Elsje selalu memberi kehangatan bagi anda, sampai jumpa, Tuhan memberkati 🙏😊
Di Bandung saya mengajak mbak Lies dan mas Sandy mencicipi hidangan khas Belanda di Keuken van Elsje (Dapur Elsje), sebuah restoran yang menempati sebuah rumah berarsitektur 1930-an yang masih terawat indah, sementara interiornya hangat dan terasa sangat 'rumah'. Sayangnya, hidangan favorit saya 'bitterballen' (bola-bola daging kecil yang dibalut tepung roti dan biasanya menjadi teman minuman keras) sudah habis. Kami pun beralih ke 'broodje kroket' sebagai hidangan pembuka: roti isi kroket khas Belanda, berisi ragout daging sapi yang lembut, dilapisi remah roti renyah. Untuk hidangan utama, kami memutuskan untuk berbagi beberapa menu klasik Belanda yang disajikan di piring besar, siap disantap bersama. Ada 'hachee met hutspot' (semur daging sapi dengan bawang yang dimasak perlahan hingga empuk, disajikan dengan tumbukan kentang, wortel, dan bawang yang lembut dan gurih). Kemudian 'braadworst met stamppot' (sosis goreng khas Belanda yang berpadu dengan kentang tumbuk yang dicampur sayuran rebus). Tak ketinggalan 'rundvleesstoofpot met kaas en rijst' (semur daging sapi pakai saos keju yang disajikan dengan nasi). Rasanya benar-benar membawa saya pada kenangan akan kuliner Belanda. Saya sendiri menikmati setiap suapnya. Bagi kedua teman saya, semua hidangan ini terasa unik dan sedikit petualangan rasa.
Beef stew enak dagingnya empuk, ambil yang pakai mashed potatoes, sirloin steak juga enak dagingnya juga empuk, kami ambil duduk yang di sofa diruang tengah. Ya serasa makan dirumah nenek, banyak aksesoris barang-barang vintage didalam ruang tengah. Instagramable tempatnya. Catatan buat pengelola, dibuku menu di perbanyak poto makanannya, kalau tulisan kurang membangkitkan selera makan
Info & jam buka
Lihat jam buka di sidebar kanan + alamat lengkap di section kontak.