K
Keuken Van Elsje
Terverifikasi

Keuken Van Elsje

Keuken Van Elsje adalah restoran di Bandung yang mengusung konsep rumahan dengan menu andalan berupa masakan Eropa seperti steak, beef stew, galantine, dan bistik lidah. Restoran ini menyajikan hidangan untuk sarapan, makan siang, hingga makan malam, dengan pilihan menu vegetarian dan makanan sehat bagi yang memperhatikan pola makan. Seluruh makanan di sini berlabel halal sehingga nyaman dikunjungi bersama keluarga maupun rombongan.

Tentang bisnis ini

Keuken Van Elsje adalah restoran di Bandung yang mengusung konsep rumahan dengan menu andalan berupa masakan Eropa seperti steak, beef stew, galantine, dan bistik lidah. Restoran ini menyajikan hidangan untuk sarapan, makan siang, hingga makan malam, dengan pilihan menu vegetarian dan makanan sehat bagi yang memperhatikan pola makan. Seluruh makanan di sini berlabel halal sehingga nyaman dikunjungi bersama keluarga maupun rombongan.

Lokasinya berada di Jl. Buton No.11, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Alamat ini terbilang strategis dan mudah dijangkau dari kawasan Cihampelas serta pusat kota Bandung. Restoran buka setiap hari, yakni Senin sampai Jumat pukul 09.00-21.00, Sabtu pukul 09.00-22.00, dan Minggu pukul 10.00-21.00, sehingga ada waktu luang cukup panjang untuk mampir.

Keuken Van Elsje menyediakan layanan dine-in, take away, delivery, serta reservasi untuk kemudahan pengunjung. Fasilitas di tempat ini mencakup area ber-AC, toilet, dan ruang yang cocok untuk acara grup maupun acara keluarga. Suasananya kerap disebut pengunjung sebagai nyaman dan cozy, bergaya hommy sehingga terasa seperti makan di rumah sendiri.

Berdasarkan ulasan, pengunjung menilai pelayanan 4.6, harga 4.4, lokasi 4.6 dari skala 5, dan fasilitas yang tersedia meliputi dine-in, take away, delivery, reservasi.

Bisa reservasi
Parkir tersedia
Jadi mitra CariBisnis

Fasilitas & layanan tersedia

Atribut yang tersedia di bisnis ini berdasarkan info pemilik & ulasan pelanggan.

Layanan
  • Makan di tempat
  • Bawa pulang
  • Pesan antar
  • Drive-through
  • Catering
Pilihan menu
  • Halal
  • Vegetarian
  • Vegan
  • Menu anak
  • Makanan sehat
  • Dessert
  • Late-night food
  • Comfort food
Populer untuk
  • Sarapan
  • Makan siang
  • Makan malam
  • Brunch
  • Solo dining
  • Acara grup
  • Acara keluarga
  • Bisnis / meeting
Fasilitas
  • Wi-Fi gratis
  • AC
  • Toilet
  • Outdoor seating
  • Indoor seating
  • Live music
  • TV / Sports
  • Smoking area
  • Kursi anak (high chair)
  • Private room
  • Bar onsite
Signature

Menu pilihan

Paket makan siangRp 36–78rb

Nasi + lauk + sayur + minum

Catering kantorRp 33–57rb/box

Min 10 box, bisa diantar

Paket keluarga 4 orangRp 205–461rb

Cocok untuk makan bersama

Reservasi private roomRp 1–218rb

Kapasitas 8–20 orang

Ulasan pelanggan

2.485 ulasan total· menampilkan 100 ulasan terbaru

4.6
2.485 ulasan
5★
75%
4★
18%
3★
5%
2★
1%
1★
1%
SemuaBintang 5Bintang 4TerbaruFoto
Ingrid Nathania
Ingrid NathaniaUlasan dari Google Maps
·3 bulan lalu

Datang tanggal 25 Januari 2026. Resto buka jam 11.00, tapi kami sampai sekitar jam 10.40 jadi dapat antrian pertama. Sebelumnya saya sudah baca beberapa review, jadi langsung pesan risole, aligot, dan sirloin steak. SEMUAnya ENAK, tidak ada yang failed. Aligot, perpaduannya pas dan nggak bikin eneg sama sekali. Risolnya crispy di luar tapi lembut di dalam, rasanya sudah pasti enak, dan side salad-nya terasa fresh, bikin semuanya jadi balance. Steak dengan saus mushroom, mashed potato, dan side salad-nya juga saya suka. Tempatnya homey dan bersih, beneran berasa datang ke rumah Oma Opa. Jam makan dibatasi 1 jam setelah makanan keluar, tapi aman banget koq. Karena semuanya enak, belum sampai 1 jam pun sudah habis hehe 😄 Stafnya juga ramah dan sangat helpful. Setelah diarahkan duduk (belum order), kami sempat minta AC dikecilkan suhunya, namun karena masih terasa dingin, kami minta pindah meja karena belum banyak tamu lain juga, dan semua dilayani dengan baik oleh beberapa stafnya. Lalu sewaktu makan, teman saya tanpa sadar mengambil pisau steak lebih dulu (padahal dia ngga pesen steak), dan saya pakai pisau yang lain (kami ngga sadar kalau itu pisau yg berbeda), saya sempat bingung kenapa steaknya susah sekali dipotong. Tiba-tiba salah satu staf langsung datang tanpa diminta dan memberikan pisau steak yang benar. Setelah itu steak bisa dipotong dengan sangat mudah. Sangat helpful dan terasa hangat di hati, thank you so much ❤️ Next time pasti datang lagi karena masih penasaran sama pasta-nya. Saya memang pecinta keju & sesuatu yg creamy. Sukses selalu untuk Keuken Van Elsje, semakin diberkati dan terus menjadi berkat untuk semua tamu yang datang & sekitarnya. God bless 🌟

Yasmin Laksmi Nariswari
Yasmin Laksmi NariswariUlasan dari Google Maps
·3 bulan lalu

Kalau datang kesini weekend atau libur panjang harus rela mengantri sekitar 1 jam karena mereka tidak menerima reservasi 🥲 But it's okay bcs it's totally worth it for me, semua masakannya enaaak. Vibes tempatnya memang Belanda sekali. Favoritku adalah Bitterballen klasik, Beef Stew, dan Bistik Lidah👍 Untuk stroop waffle porsi kekecilan & tidak se-autentik buatan Belanda, tidak terlalu kurekomendasikan. Es cokelatnya bisa pilih yang varian Oma karena ada cinnamonnya 😍, saran request extra ice supaya tidak eneg.

MahaRani
MahaRaniUlasan dari Google Maps
·3 bulan lalu

📍 Lokasi strategis, vibes nya hommy banget, nyaman, cozy 🍽️🥩 Makanannya enak smua dari mulai steak, beef stew, galatine, bistik lidah n aligot truffle..yummy semua 🏷️ Harga worth it dengan dutch traditional menu ini

Dewi Fitriyanti
Dewi FitriyantiUlasan dari Google Maps
·Diedit 4 bulan lalu

Keuken Van Elsje Berkunjung kesini sekitar bulan Maret 2024, sudah cukup lama. Namun kenangan makan disini tidak terlupa karena ada menu yang sangat spesial disajikan Berkonsep Casual Dining dengan logo "Dutch Food Pioneer in Bandung sejak 1920 menggunakan resep asli oma nya" dengan bangunan yang asli dan sudah menjadi cagar budaya Dinas Kebudayaan Bandung. Review saya Akses Jalan Buton tidak lebar sehingga apabila ada pertemuan dua jalur akan melatih kesabaran, namun tukang parkir disekitar Keuken Van Elsje cukup membantu untuk mencarikan parkir (Tks pak parkir) Bangunan Sangat memaklumi perawatan bangunan kolonial tidak lah mudah, anggaplah sedang bertamu ke rumah oma yang memang memiliki interior khas di era tersebut (mebeul jati, taplak putih anyaman, kursi kayu dengan rotan, sofa dan boneka besar teddy bear) Makanan Menu yang kami pesan memang kami pilihkan yang paling legendaris dan berhubung kami hanya berdua shgg hanya ini yg kami pesan : - Aligot -- Rp 60k - Beef Stew - Rissole - Rp 43 k - Bitterballen - Rp 43 k - Melk Koffie - Rp 40 k sebagai appetizer setiap pengunjung diberikan gratis butter bread yang fresh Price Worth the price, sangat pantas untuk masterpiece di Bandung

Priscilla Natasya
Priscilla NatasyaUlasan dari Google Maps
·3 bulan lalu

Kesini pas long weekend, dan antriannya luar biasaa banyak 😅 untungnya udh ada tmn kita yang sampai dan makan duluan jadi bisa langsung masuk. Lokasinya bener" nyempil di antara rumah" orang, masih rumah model jaman Belanda. Karena rumahnya mungil yaa parkir mobil cuma bisa nampung skitar 5 mobil, sisanya harus parkir di ujung jalan. FYI juga untuk jalan depan restonya juga mungil, klu ada 2 mobil lewat pas banget. Secara rasa untuk mashed potato cheese yg viral cukup enak sihh, kejunya berasa banget. Tapi kalau gampang eneg, aku saranin makan berdua jangan sendiri. Aku juga ada pesen stroopwafel. Tapi ini mohon maaf, banyakan condiment nya dibanding stroopwafel nya 🙏 jadi kurang spotlight buat menu yg sebenernya 😅 saran kalau bisa apple cinnamonnya porsi dikurangin dan roti tawarnya dihilangin aja, trus stroopwaflenya di besarin. Kalau untuk vibes tempatnya, gatau kenapa pas dateng msh vibes natal, padahal dateng nya udah pertengahan Januari 😅 Notes tambahan juga, mungkin krn waktu itu waiting list banyak jadi cuma dikasih waktu 1 jam makannya. Gatau itu berlaku atau tidak kalau gaada waiting list.

K
KUlasan dari Google Maps
·5 bulan lalu

Pertama kali kesini di hari biasa (bukan weekend) ternyata cukup rame, tapi masih ada meja kosong. Tapi gak serame weekend. Makanannya enak! Wajib coba bitterballen-nya ya. 👌🏻✨ Cuma kalo “dine-in” maksimal dikasih waktu 1 jam saja ya, ga bisa berlama-lama karena harus giliran. Suasana Belandanya kental banget, dari bangunan dan menu.

Ririn Widaryani
Ririn WidaryaniUlasan dari Google Maps
·3 bulan lalu

Ke sini late lunch, jadi masih banyak seat available. Diinfo bhw last order 14.30.. dan memang stlhny mrk tutup utk bebersih, dan buka lagi utk dinner. Order alligot, biter ballen, risoles, bistik, chicken steak.. Semuanya endes.. bistiknya terlalu medok (kuat) rempahnya.. but overall ok banget.

CocoLee
CocoLeeUlasan dari Google Maps
·5 bulan lalu

Kesini karena Christmas, nyobain bistik oma tapi rasanya kek chinese food keknya bistik belanda ga kek gini, asa gak nyambung makan nasi ama chips kek gitu. Juga cobain runovlesstoofpot ini rada unik rasanya dagingnya empuk tapi untuk harga 120k rasa dan presentasi B aja menurutku. Bitterballen nya enak wangi. Seperti cuma membeli suasana aja kesni.

Balasan pemilik

5 bulan laluTerima kasih telah meluangkan waktu untuk berkunjung dan berbagi pengalaman anda bersama kami, terlebih di momen Natal.
Kami sangat menghargai setiap masukan yang diberikan, karena itu membantu kami terus bertumbuh dan menjaga nilai yang hidup di balik setiap hidangan, bukan sekadar soal rasa. Kami mohon maaf apabila rasa Bistik Oma Elsje tidak cocok dengan selera anda. Secara konsep, menu di Keuken van Elsje terdiri dari sekitar 80% masakan Belanda dan 20% masakan Indonesia. Hidangan Belanda autentik dengan cita rasa khas keluarga kami antara lain Hachee met Hutspot, Rundvleestoofpot, dan Stamppot, serta masih banyak menu lainnya. Baik hidangan Belanda maupun Indonesia ini pernah disajikan di restoran pertama keluarga kami pada tahun 1920 dan juga dimasak oleh Oma Elsje untuk orang-orang terkasih di rumah. Sementara itu, Bistik Oma bukanlah bistik khas Belanda, melainkan hidangan khas keluarga kami yang merupakan perpaduan masakan Belanda dan Indonesia, sebuah adaptasi rasa yang memang umum terjadi pada era kolonial. Puji Tuhan, pernah ada tamu yang terharu hingga menitikkan air mata karena hidangan ini mengingatkannya pada masakan ibunya yang telah tiada. Mungkin bagi anda hidangan ini terasa sederhana, dan kami menghargai setiap perbedaan selera. Namun bagi kami, masakan yang diwariskan dari generasi ke generasi bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang kenangan, sesuatu yang nilainya melampaui apa yang tersaji di piring. Mengenai penyajiannya, kami memang sengaja menjauh dari kesan fine dining yang kaku dan terukur. Kami ingin setiap piring yang tersaji membawa kembali memori akan ketulusan tangan seorang oma saat menyiapkan makanan untuk orang terkasih di rumah. Terima kasih telah berkunjung dan berbagi momen bersama kami. Semoga hidangan dan kenangan dari Keuken van Elsje selalu memberi kehangatan bagi anda, sampai jumpa, Tuhan memberkati 🙏😊

Olivier Johannes Raap
Olivier Johannes RaapUlasan dari Google Maps
·7 bulan lalu

Di Bandung saya mengajak mbak Lies dan mas Sandy mencicipi hidangan khas Belanda di Keuken van Elsje (Dapur Elsje), sebuah restoran yang menempati sebuah rumah berarsitektur 1930-an yang masih terawat indah, sementara interiornya hangat dan terasa sangat 'rumah'. Sayangnya, hidangan favorit saya 'bitterballen' (bola-bola daging kecil yang dibalut tepung roti dan biasanya menjadi teman minuman keras) sudah habis. Kami pun beralih ke 'broodje kroket' sebagai hidangan pembuka: roti isi kroket khas Belanda, berisi ragout daging sapi yang lembut, dilapisi remah roti renyah. Untuk hidangan utama, kami memutuskan untuk berbagi beberapa menu klasik Belanda yang disajikan di piring besar, siap disantap bersama. Ada 'hachee met hutspot' (semur daging sapi dengan bawang yang dimasak perlahan hingga empuk, disajikan dengan tumbukan kentang, wortel, dan bawang yang lembut dan gurih). Kemudian 'braadworst met stamppot' (sosis goreng khas Belanda yang berpadu dengan kentang tumbuk yang dicampur sayuran rebus). Tak ketinggalan 'rundvleesstoofpot met kaas en rijst' (semur daging sapi pakai saos keju yang disajikan dengan nasi). Rasanya benar-benar membawa saya pada kenangan akan kuliner Belanda. Saya sendiri menikmati setiap suapnya. Bagi kedua teman saya, semua hidangan ini terasa unik dan sedikit petualangan rasa.

Irzal Idris
Irzal IdrisUlasan dari Google Maps
·3 bulan lalu

Beef stew enak dagingnya empuk, ambil yang pakai mashed potatoes, sirloin steak juga enak dagingnya juga empuk, kami ambil duduk yang di sofa diruang tengah. Ya serasa makan dirumah nenek, banyak aksesoris barang-barang vintage didalam ruang tengah. Instagramable tempatnya. Catatan buat pengelola, dibuku menu di perbanyak poto makanannya, kalau tulisan kurang membangkitkan selera makan

m_ steph
m_ stephUlasan dari Google Maps
·5 bulan lalu

Semua rasa makanannya on point sesuai sama lidah Indonesia, steak empuk. Semuanya enak. Servicenya juga super. Tempat parkirnya terbatas, krn jalanan kecil ga bisa parkir pinggir jalan juga.

Astin.28
Astin.28Ulasan dari Google Maps
·3 bulan lalu

Beef stewnya ga ada rasa, tp memang dagingnya lembut. Aligotnya enak. Minuman chocolate cinamonnya enak, peach teanya jg segar.

Tirta Mulia
Tirta MuliaUlasan dari Google Maps
·4 bulan lalu

Awalny diajakin istri pas lg jln daerah sini. nyobain tenderloin, ehh enak bgt, d fotonya udh mau habis 😁 emg masuk jalanya pas aj 2 mobil, tp ada parkiran lumayan 6 mobil dan bs d sebrang jg

selvyana lim
selvyana limUlasan dari Google Maps
·4 bulan lalu

Risoles n bitterballen nya 👍 Beef stew nya kaya semur jd pilih sama nasi daripada kentang untuk sidedish nya Marmer cake nya enak ,lumayan beli 2 marmer free tea untuk 2 org dan bisa refil untuk air panas nya . Fettucini nya creamy,enak ,lekker Tapi porsinya besar menurut saya,jadi kalau makan bisa sharing untuk berdua atau 3 org. Service nya good ..ramah,suasana nya homey..👍 Cuma waiting list karena ramai pengunjung Area parkir agak sedikit.

Boris Chodotzz
Boris ChodotzzUlasan dari Google Maps
·6 bulan lalu

Tempat nya lucu, old school gitu , tapi bersih dan wangi pastinya … masih bangunan belanda jg ky nya sih gw sotoy aja, hidangan belanda nih pas bgt krn gw belanda hahahha … staff nya ramah bgt, tempatnya selalu full … dan bikin macet jalanan, hehehe … seenak itu berarti ya ini resto … suasana ky di rmh oma gw, nyaman bgt … staff nya jg ramah2 … makanan nya mengingatkan masa kecil gw dulu, hehe … the best !

Lihat 2.470 ulasan lainnya di Google Maps

Info & jam buka

Lihat jam buka di sidebar kanan + alamat lengkap di section kontak.

TeleponChat sekarang